Minggu, 04 November 2012

Sejarah Wonosobo



Sejarah berdirinya kota Wonosobo terkait erat dengan perkembangan kekuasaan Mataram Islam pada abad ke XVII atau sekitar tahun 1600-an.

Ketika itu Wonosobo masih berupa hamparan kawasan hutan belantara. Lalu pada suatu ketika datanglah tiga pengelana masing-masing bernama Kyai Walik, Kyai Kolodete, dan Kyai Karim. 


Mereka bersama sanak saudara mulai merintis suatu pemukiman di daerah Wonosobo. Mereka memulai membuka hutan dan mengubahnya menjadi tempat pemukiman serta lahan pertanian sebagai sumber penghidupan mereka. 


Dalam perjalanan ketiga Kyai tersebut bermukim ditempat yang berbeda-beda, Kyai Kolodete bermukim di daerah Dataran Tinggi Dieng, Kyai Walik bermukim di daerah sekitar kota Wonosobo, ia disebut sebagai tokoh perancang kota,  sedangkan Kyai Karim bermukim di daerah Kalibeber. 


Dari ketiga tokoh pendiri Kota Wonosobo, Konon Kyai Walik adalah seorang tokoh ulama yang paling dekat di hati rakyat, seorang figur pemimpin merakyat. Setelah para Kyai tersebut menempati tempat tinggal baru maka mulailah terjadi perkembangan baru. Para pendatang makin banyak dan semakin terkenal daerah Wonosobo. 


Sedangkan Asal nama Wonosobo sangat erat kaitannya dengan banyaknya para pendatang. Secara etimologi Wonosobo berasal dari dua kata yaitu "Wono" yang berarti hutan dan "Sobo" yang berarti mengunjungi. Jadi kata Wonosobo kurang lebih berarti "Kawasan hutan yang banyak dikunjungi".Sumber : Wonosobo Yang Aku Banggakan  


(ENG)

Wonosobo history of the city is closely linked with the development of Islamic Mataram power in the seventeenth century or about the year 1600s. 

When it's still a stretch Wonosobo wilderness areas. Then one day there came three castaways each named Kyai Walik, Kyai Kolodete  and Kyai Karim. Those with relatives began pioneering a settlement in Wonosobo. 

They started clearing forests and turn it into a residential and agricultural land as a source of their livelihood. 

In the third trip, The Kyai living in different place, Kyai Kolodete settled in the area Dieng Plateau, Kyai Walik settled in the area around the town of Wonosobo, he referred to the city as a character designer, while Kyai Karim   live in Kalibeber area. Of the three founders of the City of Wonosobo, said to Kyai Walik was a prominent cleric of the closest in the hearts of the people, a populist leader figure. 

After the Kyai's occupying a new place then start a new development occurs. The settlers more and more famous Wonosobo. While the origin of the name Wonosobo is closely associated with many of the newcomers. 

Wonosobo etymologically derived from two words, namely "Wono" which means forest and "Sobo" meaning to visit. So the word Wonosobo roughly means "Forest area many visited ".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar